Stadion Siliwangi

Stadion Siliwangi

Terdapat istilah “Bobotoh sejati pasti pernah menyaksikan Maung Bandung secara langsung di Stadion Siliwangi”. Hal tersebut menjadi bukti stadion ini pada dasarnya memang identik dengan Persib dan bersejarah. Dan menjadi saksi kejayaan Persib di era 80an hingga 90an.

Sejarah Stadion

Stadion Siliwangi mulai dibangun pada 1 Januari 1954 dan diresmikan pada 1 Januari 1956. Sedangkan renovasi pertamanya dilakukan pula pada 1 Januari 1976. Stadion ini berlokasi di Jalan Lombok Nomor 10, Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. 

Sebelumnya, stadion ini memiliki nama Lapangan SPARTA, pemberian nama tersebut berasal dari tim sepak bola militer Hindia Belanda pada 1916 yang berada di Bandung. Tim tersebut merupakan tim pindahan dari Batavia dan menggunakan tempat berlatih dan bermain di lahan kosong di Jalan Lombok saat itu.

9 tahun pasca proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yaitu pada 1954, Kodam III/Siliwangi hendak mengelola stadion yang diperuntukkan bagi pembinaan jasmani anggotanya. Itulah yang menjadi latar belakang stadion ini dibangun. 

Stadion yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat khususnya Kota Bandung ini dibangun untuk memperingati peristiwa bersejarah pada 24 Maret 1946, yaitu Bandung Lautan Api (BLA). Yang artinya, stadion ini didedikasikan untuk warga Bandung yang rela mengorbankan kan hartanya yang terbakar habis dalam peristiwa Bandung Lautan Api.

8 tahun pasca peristiwa Bandung Lautan Api, muncullah rencana pembangunan stadion yang akan digunakan sebagai lokasi latihan tentara Siliwangi sekaligus sebagai sarana kegiatan olahraga masyarakat Bandung. Hal tersebut terungkap dari prakarsa Kolonel Inf A.E Kawilarang sebagai Panglima Tentara dan Teritorium III pada saat itu.

Stadion ini dibangun di atas lahan milik Kodam dan anggaran yang disediakan adalah berasal dari potongan gaji para tentara dan pegawai Kodam Siliwangi selama 2 tahun. Nominal di belakang jumlah gaji merekalah yang akhirnya cukup untuk membangun sebuah stadion yang menjadi peringatan peristiwa bersejarah BLA.

Karena kondisi tanah di Kota Bandung saat itu kurang mendukung karena bertekstur liat, membuat dua kompi angkatan darat saat itu harus mengambil tanah yang berada di Lembang yang lebih cocok untuk keberlangsungan pembangunan stadion.

Pembangunan stadion berasal dari segala kerja keras dan semangat Siliwangi. Baik stadion dibangun di atas tanah Kodam dan biaya pembangunan yang terkumpul dari potongan gaji mereka hingga stadion bersejarah itu pun rampung hanya dalam kurun 2 tahun. Namun, pada saat itu tribun utama stadion masih terbuat dari kayu.

Fungsi Stadion

Dulu, stadion ini digunakan sebagai area olahraga anggota Kodam III/Siliwangi. Stadion yang terdapat berbagai fasilitas olahraga di dalamnya ini juga bisa digunakan masyarakat. Dilansir dari situs Olahraganesia stadion ini menjadi homebase bersejarah bagi klub Persib Bandung di era kejayaannya, dan menjadi markas sampai tahun 2000an.

Berbagai pertandingan bersejarah saat itu dilangsungkan di stadion ini, sehingga keberadaannya tidak bisa dipisahkan dari Maung Bandung.

Renovasi Pertama

Renovasi pertama stadion ini adalah pada 1 Januari 1976. Renovasi dilakukan dengan hampir membongkar seluruh stadion, kali ini dikerjakan dengan melibatkan hampir 300 pekerja yang berasal dari PT Propelat. Renovasi hanya memakan waktu 6 bulan yang dimulai pada Desember 1975.

Renovasi difokuskan untuk membenahi stadion lengkap dengan tribun mengelilingi lapangan dan membuat stadion berstandar internasional. Rumput lapangan menggunakan rumput Green carpet yang berasal dari Australia. Biji rumput itu ditebar ke seluruh lapangan dan disemai selama 2 bulan, hal tersebut diungkapkan oleh kepala proyek pembangunan Stadion Siliwangi.

Karena penggunaan rumput berkualitas dan sistem drainase yang baik, saat hujan pun air akan meresap dalam waktu tidak lebih dari 5 menit. 

Setelah renovasi pertama selesai dilakukan, peresmian ulang pun dilakukan pada 20 Mei 1976 yang juga menjadi peringatan HUT Kodam Siliwangi III yang ke 30 tahun  saat itu. Peresmian dilakukan oleh Mayjen TNI, Himawan Sutanto.

Fasilitas Stadion

Keberadaan stadion yang menjadi identitas Persib Bandung ini semakin surut dibanggakan masyarakat Kota Bandung, hal tersebut karena fasilitas stadion yang tak kunjung ditingkatkan. Bahkan dahulu rumput Green carpet yang seringkali dibanggakan karena sama seperti yang digunakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pun tak lagi terdengar.

Hal tersebut karena perawatan stadion yang kurang diperhatikan dari waktu ke waktu. Kondisi lapangan akan selalu dalam kondisi prima jika dalam 10 tahun harus digemburkan kembali, hal tersebut berdasarkan perencanaan PT Propelat. Namun, tanah di lapangan tak kunjung digemburkan kembali yang menjadi penyebab kondisi stadion tergenang air ketika musim hujan.

Pengelola stadion akhirnya melakukan renovasi kedua yang dimulai pada April 2011. Penambahan kapasitas stadion secara besar-besaran membuat renovasi cukup signifikan, kapasitas penonton yang tadinya 25.000 orang menjadi 45.000 orang. 

Demi meningkatkan fasilitas stadion, seluruh bangku penonton pun dirombak. Kemudian pada akhir 2019, stadion ini pun kembali mengalami renovasi.

Beberapa Fasilitas yang Belum Berubah Semenjak Awal Dibangun

  • Sebagai sarana kontak komunikasi dengan masyarakat, di stadion ini dibangun fasilitas olahraga. Sehingga fasilitas yang dimiliki pihak militer bisa digunakan oleh masyarakat (bersifat umum)
  • Beberapa fasilitas nampak tidak berubah, warna hijau masih membalut tubuh stadion yang kental dengan ciri khas bangunan tentara
  • Sebelum memasuki stadion, terdapat kantor pengelola stadion sebanyak beberapa ruangan
  • Jika Anda memasuki pintu utama stadion, nampak terpampang dengan tulisan warna kuning berkarat “Stadion Siliwangi” yang sudah ada sejak awal pembangunan. Kemudian di dalamnya Anda akan disambut logo kepala macan yang berada di tribun timur

Data stadion

  • Karena letaknya yang berada di lingkungan militer, lapangan tersebut dahulu seringkali digunakan untuk latihan baris berbaris serdadu Belanda saat itu. Kedatangan militer Belanda dan tim sepak bolanya ke tanah Bandung, kemungkinan berhubungan dengan rencana Bandung yang akan dijadikan ibu kota Hindia Belanda menggantikan Batavia saat itu 
  • Menjadi lokasi pertandingan persahabatan, yaitu antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta sebagai hiburan dalam peresmian pertama pada 1 Januari 1956
  • Menjadi lokasi pembukaan PON V 1961
  • 11 Juni 1987 menjadi tempat diselenggarakannya laga persahabatan klub papan atas dunia, PSV Eindhoven yang saat itu diperkuat Ruud Gullit melawan Persib Bandung. Pada laga bersejarah tersebut, stadion dipadati bobotoh yang menyaksikan pertandingan tersebut secara langsung.

Harga Tiket Stadion

Harga tiket masuk stadion ini bervariasi, dan bisa berubah-ubah sewaktu-waktu dan bergantung pada jenis pertandingan.

  • VIP : Rp. 150.000
  • Tribun samping :  Rp. 75.000
  • Tribun timur : Rp.40.000
  • Tribun utara/selatan : Rp.20.000

Stadion Siliwangi memang menjadi saksi bisu masa kejayaan Maung Bandung dan menjadi kebanggaan masyarakat  Bandung. Tentunya dengan proses pembenahan yang sedang dilakukan, diharapkan stadion ini menjadi lebih megah dan bisa digunakan kembali klub kebanggaan bobotoh dan menjadi tempat berlangsungnya event bergengsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *